Pages

Ads 468x60px

Labels

Sunday, January 24, 2010

Mengatasi Perubahan Fisik & Emosi

Kehamilan dapat menjadi ‘beban’ tersendiri untuk tubuh Anda. Perubahan hormonal pada kehamilan akan diikuti dengan berbagai macam perubahan fisik & emosi yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya...
Perubahan Fisik
Ketika janin mulai tumbuh dan berkembang, tubuh Anda juga mengalami perubahan. Rahim & payudara yang membesar menyebabkan perubahan keseimbangan dan postur tubuh. Rahim yang membesar juga akan mendorong sekat rongga dada sehingga Anda akan mudah merasa ‘kehabisan’ nafas.

Trimester 1
  • Mungkin Anda akan merasa lebih cepat lelah dari biasanya. Beristirahatlah sambil membaca buku atau majalah tentang kehamilan dan persalinan.
  • Mungkin Anda akan mengalami ‘morning sickness’ (mual yang kadang disertai muntah), yang biasanya akan menghilang saat kehamilan memasuki usia 4 bulan.
  • Payudara membesar dan sedikit nyeri, kulit di sekitar puting susu menjadi lebih gelap.
  • Sering berkemih.
  • Kulit di perut bagian tengah mungkin akan berwarna lebih gelap.
Menyiasati ‘morning sickness
Mual dapat terjadi sepanjang hari, namun mual pada pagi hari biasanya lebih parah. Itulah sebabnya mual pada kehamilan dinamakan ‘morning sickness’. Bagaimana menyiasatinya?
  • Sediakan biskuit tanpa garam / rendah garam di samping tempat tidur.
  • Jangan terburu-buru bangun dari tempat tidur.
  • Sebelum beranjak dari tempat tidur, makanlah dulu beberapa keping biskuit.
  • Tambahkan irisan lemon ke dalam minuman.
  • Keluhan ini akan semakin bertambah parah jika perut dalam keadaan kosong, makanlah dalam porsi sedikit tapi sering.
  • Hindari makanan berlemak dan sarat bumbu.
Trimester 2
  • Berat badan terus naik.
  • Lebih berenergi dan sudah mulai merasa nyaman.
  • Mudah lapar, tapi ingat, pilih hanya makanan sehat dan jangan makan berlebihan.
  • Payudara semakin membesar.
  • Mungkin akan mengalami nyeri punggung.
  • Mulai merasakan pergerakan bayi.
Mengatasi sulit buang air besar (konstipasi)

Keluhan ini disebabkan karena efek peningkatan hormon progesteron, menyebabkan otot-otot usus mengalami relaksasi dan ‘malas’. Sebaiknya Anda minum air putih 8-10 gelas sehari, berolahraga ringan teratur, makan makanan berserat tinggi (buah, sayuran, sereal). Hindari penggunaan obat pencahar selama kehamilan.

Mengatasi nyeri punggung
  • Berbaring ke kiri, kedua kaki ditekuk.Pegang kaki kanan tepat di bawah lutut, angkat kaki dan tarik ke arah bahu sebanyak 30 hitungan.Lakukan 5 kali.Lakukan hal yang sama pada sisi yang berlawanan.
  • Pakailah sepatu bertumit rendah.
  • Ganjal punggung dengan bantal ketika duduk dalam waktu lama.
Trimester 3
  • Kenaikan berat badan masih terjadi, akibat penimbunan cairan, darah dan lemak.
  • Payudara semakin lunak, mungkin sudah mulai keluar ASI pertama yang kekuningan yang sering disebut dengan kolostrum.
  • Lendir dari vagina semakin banyak, dan hal ini normal, selama berwarna jernih dan tidak bau.
  • Perubahan warna kulit di kening, pipi atau hidung yang biasanya akan menghilang setelah persalinan.
  • Kadang perut teraba keras dan rahim tegang, ini disebut kontraksi palsu. Jenis kontraksi ini seringkali terjadi seiring dengan semakin dekatnya masa bersalin.
  • Anda dapat merasakan dan melihat pergerakan janin. Tendangannya bahkan mungkin akan membangunkan tidur Anda.
  • Perut bagian bawah terasa lebih berat, karena bayi sudah turun mendekati jalan lahir.
  • Pergelangan kaki dan kaki mungkin membengkak. Untuk mengatasinya, angkat kakinya sehingga posisinya lebih tinggi dari badan Anda, dan batasi konsumsi garam.
Waspada!
  • Kenaikan berat badan berlebih. Kenaikan berat badan selama kehamilan diperlukan untuk tumbuh kembang janin dan persiapan menyusui. Namnun hendaknya jangan terlalu berlebihan karena kenaikan yang berlebih dapat menyebabkan masalah seperti nyeri punggung, nyeri tungkai, mudah lelah, tekanan darah tinggi.
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi (140/90mmHg) yang dipicu oleh kehamilan disebut juga keracunan kehamilan atau preklamsi. Gejala lain yang mungkin Anda alami: nyeri kepala, pandangan menjadi kabur/silau, kaki bengkak, lelah, mual/muntah, kurang berkemih, nyeri di perut kanan bagian atas, sesak napas.
  • Hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum adalah mual yang disertai dengan muntah yang sangat hebat, sama sekali tidak ada makanan atau minuman yang masuk, sehingga menyebabkan penurunan berat badan, kekurangan zat gizi, kekurangan cairan dan elektrolit.
Keracunan kehamilan dan Hyperemesis gravidarum merupakan keadaan darurat. Jika hal ini terjadi, segera kunjungi dokter.

Perubahan Emosi


Selama kehamilan, Anda mungkin akan mengalami perubahan suasana hati. Suasana hati yang berubah-ubah selama kehamilan adalah hal normal. Anda merasa senang dengan kehamilan yang Anda alami namun juga khawatir akan segala kemungkinan yang terjadi.

Mengapa terjadi?
Perubahan suasana hati selama kehamilan bisa disebabkan oleh :
Stress fisik
. Perubahan fisik yang terjadi mungkin menyebabkan Anda merasa tidak menarik dan khawatir dengan kenaikan berat badan yang terjadi. Mudah merasa lelah dan sering berkemih, juga akan memberikan dampak yang cukup berarti terhadap emosi Anda.
Perubahan hormonal. Perubahan hormonal dapat mempengaruhi kadar neurotransmitter (zat kimia di otak yang bertugas mengatur suasana hati)

Apa yang terjadi?

Respon setiap wanita dalam menghadapi kehamilannya berbeda-beda:

  • Merasa sangat bergairah
  • Merasa cemas atau depresi
  • Merasa khawatir tidak dapat menjadi ibu yang baik, apakah akan melahirkan anak yang sehat, memikirkan berapa besar biaya tambahan yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan si kecil nanti.
Apa yang sebaiknya Anda lakukan ?

  • Hadapi dengan tenang
  • Ungkapkan apa yang Anda rasakan, jangan dipendam sendiri, bicara dengan suami atau sahabat akan sangat membantu
  • Lakukan hal-hal yang membuat Anda senang, misal jalan-jalan, nonton bioskop
  • Kendalikan stres dengan berolahraga, dan melakukan hal-hal yang Anda senangi
  • Cukup istirahat
Jika cemas menjadi berlebihan, tidak menunjukkan perbaikan, dan berlangsung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya Anda segera melakukan konsultasi karena mungkin Anda memerlukan pertolongan lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment